Minggu, 2 November 2008 pukul 7.00 saya berangkat dari ke rumah bersama istri ke Masjid Sunda Kelapa, Menteng Jakarta untuk mengikuti kuliah Dhuha yang rutin diadakan setiap minggu.
Kali ini penceramahnya adalah Prof. KH. Quraish Shihab dan memberikan tema tentang Berbisnis Bersama Allah SWT.
Sambil iseng saya mengupdate status Facebook saya di ponsel dan tak lama ada yang memberikan komentar agar saya dapat berbagi isi dari kuliah tersebut.
Sedikit sharing yang saya dapatkan. Bahwa harus dibedakan “Berbisnis Bersama Allah” dan “Berbisnis Dengan Allah”.
Berbisnis Dengan Allah dapat diartikan bahwa kita melakukan jual-beli dengan Allah. Allah sebagai pihak lain. Padahal Allah tidak membutuhkannya dari kita.
Yang diperlukan oleh seorang pebisnis adalah “Berbisnis Bersama Allah”. Bahwa Allah senantiasa hadir disisi kita untuk mendampingi dan membantu bisnis kita. (more…)
Saat mudik lalu, mobil saya bermasalah di AC-nya yang tiba-tiba tidak dingin. Karena AC sangat vital untuk perjalanan pulang ke Jakarta maka sejak tiba di Kuningan saya langsung mencari bengkel yang dapat memperbaikinya.
Dari referensi keluarga di Kuningan, saya mendapatkan salah satu alamat bengkel di kota. Jarak kota Kuningan dari desa kami menempuh jarak 13 KM. Setibanya di bengkel Kuning Mas, saya dilayani dengan ramah oleh karyawan bengkel tersebut dan mobil saya pun langsung ditangani oleh seorang montir dan disupervisi oleh seorang ibu yang turut serta mengecek permasalahan AC kami.
Pemilik bengkel, seorang bapak haji yang berumur sekitar 45 tahunan, yang juga turun tangan mengecek mobil saya, menyarankan untuk di bongkar karena harus ada komponen yang diganti dan memakan waktu hingga 3 jam. Karena waktu sudah sore beliau menyarankan untuk kembali esok pagi. (more…)
Pada beberapa hari lalu saya bertemu dengan teman yang telah mempunyai bisnis besar dan mempunyai banyak karyawan. Sebagai President Director di perusahaannya sendiri tersebut, teman saya sudah tidak lagi banyak mengurusi manajemen diperusahaannya. Urusan ini sudah diserahkan kepada para profesional yang ia gaji untuk memanage perusahaannya.
Ia lebih banyak beraktifitas sosial di luar sana, dan jika pun di kantor ia lebih sibuk dengan memperhatikan prestasi dan keadaan karyawannya. Maka yang saya tanyakan kepada beliau adalah bagaimana membuat karyawan kita loyal dan betah bekerja dengan kita. Beberapa yang telah ia lakukan adalah :
Saat ini sedang ada film baru yang sangat diantri oleh para penonton, Kun Fayakuun, saya pun belum sempat menontonnya. Namun saya yakin film yang ditulis oleh Ust. Yusuf Mansur ini sangat mempunyai pesan yang menginspirasi buat kita para pebisnis.
Saya baru saja membeli buku Kun Fayakuun karya ustad muda yang kondang ini. Buku yang menceritakan kisah-kisah nyata kehidupan ini, memberikan pesan tentang Kekuatan Do’a. Kekuatan percaya pada Allah. Kekuatan pasrah pada Kehendak-Nya. Dan semua isi dari buku ini tentu akan memotivasi banyak orang bahwa “Selalu ada Harapan di Tengah Kesulitan”
Di halaman 42, bab berjudul “Membangun Semangat Kembali Bangkit” berkisah seorang pedagang Tanah Abang, Wongso namanya, yang mengalami kebangkrutan dan berputus asa hingga melakukan bunuh diri dengan meminum cairan pembasmi serangga. Di tengah keadaaan hampir meninggal, Wongso berkesempatan berdialog dengan Tuhan.
Recent Comments