Malangnya Tukang Bakso Bakwan Malang

Ilustrasi.  Sumber : perjalananku00.blogspot.com

Ilustrasi. Sumber : perjalananku00.blogspot.com

Saat di beberapa hari setelah Idul Fitri, tepatnya hari Senin malam, 20 Juli 2015, ada tukang bakso bakwan Malang yang lewat depan rumah, kebetulan sekali di rumah sedang ramai dengan saudara yang bersilahturahmi ke rumah. Beberapa keponakan yang masih kecil-kecil ingin memakan bakso yang lewat tersebut.

Saya berkesempatan berkenalan dengan abang tukang baksonya karena memang belum pernah saya melihat abang tukang bakso ini masuk ke komplek perumahan saya di kawasan Kemayoran. Dan abang ini memang mengakui baru pertama lagi masuk ke komplek kami, karena melihat peluang masih banyak tempat makan yang tutup dan beberapa warga komplek ada yang tidak berpergian. Namun si abang ternyata ia dulu pernah keliling komplek ini beberapa tahun lalu, sebelum akhirnya ia pindah ke sekitar Pademangan.

Setelah beberapa obrolan, saya menanyakan bagaimana hasil penjualan selama bulan Ramadhan hingga Lebaran, ia mengatakan hasil cukup lumayan, setiap ia pulang, minimal ia bisa mengantongi uang rata-rata lima ratus ribu rupiah, yang sebagian ia setorkan kepada pemilik usaha bakso tersebut. Jadi ada “boss” bakso yang ia harus laporkan penjualannya dengan sistem setoran. Sedangkan ia mendapatkan fasilitas tempat tinggal, bagi hasil setoran, makan sehari-hari dan pasokan bahan baku untuk berjualan baksonya.

Namun ternyata ada cerita yang menyedihkan, pada hari kedua Idul Fitri, ia terkena tipu orang yang ia akui seperti hipnotis. Awalnya pada menjelang tengah malam saat ia masih berkeliing di sekitar Jalan Gunung Sahari Ancol, ia disetop oleh 2 orang laki-laki yang mengendarai motor. Laki-laki tersebut memesan 4 mangkok bakso yang minta dibungkus. Saat ia sedang melayani pesanan tersebut, laki-laki ini mengajak ngobrol sambil merogoh dompet dicelananya yang tanpa ia sadari. Dan laki-laki tersebut meminta ijin untuk membeli air minum, namun setelah 30 menit tak kunjung kembali.

Tukang bakso mulai menyadari saat membuka dompetnya, uang yang ia raih di malam tersebut sebesar Rp. 700.000,- raib dan hanya tersisa uang dua puluh ribu rupiah saja. Sontak ia langsung melanjutkan pulang dan melaporkan kepada bossnya. Dan bersyukur bossnya, memaklumi dan memberikan ia motivasi agar menerima kejadian ini, seraya menguatkan bahwa mungkin itu bukan rezeki mereka, dan akan ada rezeki lainnya.

Dari kejadian ini bisa kita ambil hikmahnya, bahwa dalam menjemput rezeki sepanjang hari, ada saja rintangan dan cobaan yang akan kita hadapi. Kita tetap harus terus berjuang, berusaha dengan sungguh-sungguh juga tetap waspada. Allah jualah yang akan menentukan hasil terbaik untuk kita.

Dan semoga juga kejahatan-kejahatan seperti ini, yang kian hari semakin banyak di tengah perlambatan pertumbuhan ekonomi kita dan malah dengan teganya kejahatan tersebut menimpa juga para pedagang kecil seperti Pak Zainuddin, abang tukang bakso bakwan Malang tersebut, semakin berkurang. Saya yang juga menjemput rezeki dengan jalur wirausaha pun diingatkan atas kejadian ini, agar juga terus meningkatkan rasa syukur apa pun hasil yang diberikanNya, selalu terus berdoa dan tetap waspada dalam menjalankan kehidupan sehari-hari agar tidak terjadi hal yang tidak kita inginkan.

Juga semoga rezeki Pak Zainnudin dapat digantikan kembali oleh Allah SWT dengan lebih baik lagi. Amiin YRA.

Related Articles

Post your comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bagikan Iim Rusyamsi

July 2015
M T W T F S S
« Apr   Feb »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

Hubungi saya:

Silahkan kirim email ke iim.rusyamsi(at)gmail.com