Selamat Datang di Jakarta!

tribunnews

Saat saya menulis artikel ini, sedang terjadi arus balik pasca mudik lebaran tahun 2012. Saya ingin sedikit sharing tentang banyaknya pendatang baru ke Jakarta bersamaan dengan arus balik mudik ini. Jakarta bertambah penduduknya secara signifikan tiap tahunnya hanya pada musim mudik lebaran.

Menurut Data Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil DKI Jakarta  (Dukcapil) yang di muat di Kompas, 22 Agustus 2012, penduduk resmi DKI ada 10.1juta jiwa penduduk. Dengan 10,1juta penduduk ini, menurut data BPS: kepadatan penduduk DKI per kilometernya adalah 14.469 penduduk (th 2010), untuk skala nasional, DKI yang hanya mempunyai luas 664 km2 atau hanya 0.02 % dari luas Indonesia secara keseluruhan, adalah wilayah terpadat. Wilayah terpadat nomor dua adalah Jawa Barat yang hanya 1.217 jiwa.

Pada musim mudik lebaran tahun ini, sekitar 5,7juta penduduk Jakarta mudik. Ini berarti ada sekitar 50% penduduk berKTP Jakarta adalah kaum urban (data Dukcapil). Tahun 2010 para pemudik membawa 59.000 pendatang baru ke Jakarta. Dan tahun 2011 menurun menjadi 51.000. Sedang tahun 2012 ini diprediksi bisa sekitar 46.000 penduduk urbanisasi ke Jakarta (data Dukcapil).

Jika dilihat data tersebut pendatang di Jakarta menurun tiap tahunnya, namun tetap besar karena mencapai puluhan ribu orang.
Kompas kemarin menyoroti turunnya pendatang karena semakin kecilnya kawasan industri di Jakarta. Mereka ke Cikarang, Karawang, Bogor, Bekasi dan Tangerang.

Ketertarikan Jakarta utk urbanisasi dikarenakan masih kurangnya pemerataan pembangunan ekonomi di wilayah-wilayah lain.
Pada data BPS, pada triwulan II tahun 2012 ini pertumbuhan ekonomi Indonesia tumbuh 6.4% dan wilayah yangg berperan masih 57,5% di Jawa dan terbesar dari DKI Jakarta.

Produk Domestik Regional Bruto DKI Jakarta mencapai Rp. 982trilyun di tahun 2011 atau 16.3% penyumbang tertinggi pertumbuhan ekonomi nasional.Tingginya pertumbuhan ekonomi di DKI dan kurangnya kemampuan pemerintah pusat mempercepat pemerataan pembangunan di wilayah lain masih menjadi daya tarik pendatang untuk urban ke Jakarta.

Memang sulit mencegah urbanisasi ke DKI Jakarta, paling tidak kita bisa bantu untuk menginfokan tentang Jakarta yang benar bagi yang ingin ke Jakarta. Mereka yang ingin mengadu nasib di ibukota  harus siap dengan bekal keterampilan dan pendidikan serta siap mental juga.

Bagi kita yg mempunyai usaha atau pewirausaha, usaha-usaha yang kita bangun jelas akan membuka lapangan pekerjaan bagi pendatang. Bagi kami yang wirausaha, hanya bisa menerima mereka yang mempunyai keterampilan, semangat kerja, kejujuran dan pendidikan yang cukup.

Bagi rekan yang mudik, silakan ajak pendatang tetapi ingat yang saya sampaikan diatas. Dan juga beri mereka solusi hidup sementara sebelum mereka mendapat kerja di Jakarta.
Dengan siapnya keterampilan dan kecakapan hidup dari warga pendatang ke Jakarta, maka akan terasa kemanfaatan mereka dan menghindari mereka menjadi “sampah masyarakat”.

Para pewirausaha dapat juga berperan menerima mereka dengan memberikan kesempatan untuk belajar dan mendidiknya menjadi tenaga kerja yang andal. Peran pewirausaha yang memberikan solusi atas permasalahan sosial di masyarakat disebut juga kewirausahaan sosial/social entrepreneur.

Dan saya malah berharap mereka yang datang ke Jakarta dapat membuka lapangan kerja dengan membangun usaha-usaha baru di ibukota.

Selamat datang para pendatang di ibukota Jakarta. Kota metropolitan ini tidak sekejam ibu tiri jika anda siap diri.

Related Articles

1 Comment

  1. Facewoman

    jakarta memang tempat yang Pass untuk beradu nasib.

Post your comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bagikan Iim Rusyamsi

August 2012
M T W T F S S
« Jun   Nov »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

Hubungi saya:

Silahkan kirim email ke iim.rusyamsi(at)gmail.com