20
Tangan di Atas, Ekspor Indonesia, Paha Kambing
by Nukman Luthfie
Pekan lalu saya mendapat dua tamu istimewa. Yang pertama, Ir. Tonton Taufik, MBA, eksportir Indonesia yang mampu menembus pasar ekspor hanya lewat Internet. Yang kedua, Roni Yuzirman, pendiri dan inspirator komunitas Tangan Di Atas (TDA).
Keduanya saya kagumi.
Mas Tonton bisa ekspor belasan container per bulan, yang 100% ordernya berasal dari Internet. Ia bercita-cita meningkatkan ekspor Indonesia melalui media online. Maka ia pun membeli beberapa domain yang bisa mendukung ekspor Indonesia, dengan memanfaatkan keyword yang relevan dengan ekspor-impor. Ia misalnya berani membeli domain tradeworld.com dengan harga yang lumayan mahal. Maka, di ruangan kecil di kantor saya di Gedung Cyber, kami berdiskusi bagaimana bisa meningkatkan ekspor via Internet. Semoga bisa ketemu formula yang bagus dari kolaborasi kami berdua untuk menembus pasar ekspor, terutama untuk kategori industri berbasis UKM.
Sementara mas Roni saya kagumi karena mampu bangkit melalui Internet dengan membangun Manet Vision, toko grosir yang bisa diakses via web, meski tokonya di Tanah Abang terbakar habis. Kecuali itu, mas Roni juga melahirkan komunitas TDA, yang menjadi inspirasi lahirnya pebisnis-pebisnis baru di negeri ini. Kini, sekitar 1.700-an entrepreneur. Melalui TDA, mas Roni menularkan semangat “tangan di atas” bukan “tangan di bawah (TDB)”. Bahkan secara terorganisir, TDA menfasilitasi mereka yang masih berstatus TDB agar bisa hijrah ke TDA.
Maka ketika mas Roni berniat membangun portal yang dikola secara profesional, saya dengan antusias mengajak mas Roni berdiskusi mengenai apa yang bisa kami lalukan untuk itu. Pekan lalu, mas Roni dan tim TDA — pasangan suami istri Rosihan-Ines (pemilik distro Saqina), Iim Rusyamsi, Agus Ali dan Mada Azhari, mampir ke kantor. Perbincangan awal lebih fokus ke strategi. Moga-moga bisa dilanjut ke tahap berikutnya, sehingga makin banyak TDB yang terinspirasi menjadi TDA setelah melihat portal TDA versi baru.
Kedua tamu saya itu memiliki semangat yang sama: menyemangati dan menfasilitasi agar ada nilai tambah bagi Indonesia. Mas Tonton dengan semangat “tingkatkan ekspor Indonesia”. Mas Tonton dan TDA yang punya semangat “dengan tangan di atas menebar rahmat”. Kebetulan, ketika membangun portal ekonomi bisnis syariah - Niriah.com – kami juga punya semangat yang mirip. Namanya semangat paha kambing. Semangat ini terisnpirasi oleh sebuah kisah nabi Muhammad SAW.
Pada satu hari Nabi Muhammad SAW memotong seekor kambing. Beliau pergi keluar rumah sebentar untuk suatu urusan. Istrinya, Aisyah RA, kemudian menyedekahkan sebagian besar dari kambing itu. Sekembalinya ke rumah beliau bertanya “Berapa banyak kambing yang tersisa?” Aisyah menjawab, “Semua telah habis kecuali yang sepotong ini” sambil menunjukkan sepotong paha kambing. Melihat itu Nabi Muhammad SAW tersenyum dan berkata, “Sesungguhnya apa yang telah pergi akan tinggal, dan apa yang tinggal akan hilang.”
Dari sisi bisnis, saya menafsirkan kisah itu sebagai ajakan agar kita memberikan benefit sebanyak-banyaknya ke stakeholder dan masyarakat. Cari profit itu wajib sifatnya. Tapi menebar benefit, itu juga tak kalah wajibnya.




iimrusyamsi
February 20th, 2008 at 1:17 pm
pencerahan…pencerahan…pencerahan…
February 22nd, 2008 at 2:08 pm
Wah senang yah kalo bisnis ada komunitasnya..ada tempat share
mudah2an dengan gabungnya saya ke TDA menjadi langkah besar saya nanti..
makasih mas IM
March 31st, 2008 at 9:26 am
Wah mudah-mudahan saya bisa ikutan TDA. Soalnya saya ada rencana mau bikin situs online buat jualan, tapi bergabung dengan komunitas TDA.
Tolong di bantu ya.
Add A Comment